Posted on September 7, 2009 by theRons
Lihat Tulisan Asli http://id.wikipedia.org/wiki/Seismometer
Lihat Juga http://www.wwnorton.com/college/geo/egeo/flash/8_3.swf
Seismograf menggunakan dua klasifikasi yang berbeda untuk mengukur gelombang seismik yang dihasilkan gempa, yaitu besaran gempa dan intensitas gempa. Kedua klasifikasi pengukuran ini menggunakan skala pengukuran yang berbeda pula. Skala pengukuran gempa tersebut terdiri dari Skala Richter dan Skala Mercalli. Skala Richter digunakan untuk menggambarkan besaran gempa sedangkan Skala Mercalli digunakan untuk menunjukkan intensitas gempa, atau pengaruh gempa terhadap tanah, gedung, dan manusia.
Klasifikasi Besaran Gempa
Pada 1935, seorang Geophysics Amerika bernama Charles Francis Richter (1900-1985) bersama dengan Geophysics lain bernama Beno Gutenberg (1889-1960) mengembangkan skala yang pada prinsipnya dapat membandingkan semua seismogram sehingga mendapatkan gambaran tremors kekuatan yang serupa. Skala tersebut bernama Skala Richter dan sampai sekarang diakui sebagai standar umum skala kekuatan gempa.
Skala Richter dirancang dengan logaritma, yang berarti bahwa setiap langkah menunjukkan kekuatan yang 10 kali lebih hebat dari para pendahulunya. 5 Skala Richter menunjukkan benturan keras, yang 10 kali lebih kuat dari satu di 4 dan 100 kali lebih kuat dari satu di 3 Skala Richter. Perhitungan ini sering disebut sebagai Skala Richter terbuka, karena tidak beroperasi tanpa batas atas. Ukuran Skala Richter dapat dilihat pada tabel berikut:
| Ukuran Skala Richter |
Keterangan |
| 1,0 – 3,0 |
Tidak diberi label oleh manusia. |
| 3,0 – 3,9 |
Dirasakan oleh masyarakat di sekitar pusat gempa. Lampu gantung mulai goyang. |
| 4,0 – 4,9 |
Terasa sekali getarannya. Jendela bergetar san bergeruruk, permukaan air beriak-riak, daun pintu terbuka-tutup sendiri. |
| 5,0 – 5,9 |
Sangat sulit untuk berdiri tegak. Porselin dan kaca pecah, dinding yang lemah pecah, lepas dari batu bata, dan permukaan air di daratan terbentuk gelombang air. |
| 6,0 – 6,9 |
Batu runtuh bersama-sama, runtuhnya bangunan bertingkat tinggi, rubuhnya bangunan lemah, ketekan di dalam tanah. |
| 7,0 – 7,9 |
Tanah longsor, jembatan roboh, bendungan rusak dan hancur. Beberapa bangunan tetap, keretakan besar di tanah, trek kereta api bengkok. Terjadi kerusakan total di daerah gempa. |
| 8,0 – … |
Dapat menyebabkan kerusakan serius di beberapa daerah dalam radius seratus kilometer dari wilayah gempa. |
Klasifikasi Intensitas Gempa
Pada 1902, seorang Vulkanolog Italia bernama Giuseppe Mercalli (1850-1914) mengklasifikasi skala intensitas gempa bumi dan pengaruhnya terhadap manusia, bangunan (gedung), dan alam (tanah). Klasifikasi tersebut bernama Skala Mercalli yang ditentukan berdasarkan kerusakan akibat gempa dan wawancara kepada para korban, sehingga bersifat sangat subyektif. Oleh karena itu, pada tahun 1931 seorang ilmuwan dari Amerika memodifikasi Skala Mercalli ini dan sampai sekarang digunakan di banyak wilayah gempa. Klasifikasi intensitas gempa dengan Skala Mercalli dapat dilihat di tabel berikut :
| Ukuran |
Keterangan |
| I |
Direkam hanya oleh seismograf. |
| II |
Getaran hanya dirasakan oleh masyarakat di sekitar pusat gempa. |
| III |
Getaran dirasakan oleh beberapa orang. |
| IV |
Getaran akan dirasakan oleh banyak orang. Porselin dan barang pecah belah berkerincing dan pintu berderak. |
| V |
Binatang merasa kesulitan dan ketakutan. Bangunan mulai bergoyang. Banyak orang akan bangun dari tidurnya. |
| VI |
Benda-benda mulai berjatuhan dari rak. |
| VII |
Banyak orang cemas, keretakan pada dinding dan jalan. |
| VIII |
Pergeseran barang-barang dirumah. |
| IX |
Kepanikan meluas, tanah longsor, banyak atap dan dinding yang roboh. |
| X |
Banyak bangunan rusak, lebar keretakan di dalam tanah mencapai hingga 1 meter. |
| XI |
Keretakan dalam tanah makin melebar, banyak tanah longsor dan batu yang jatuh. |
| XII |
Hampir sebagian besar bangunan hancur, permukaan tanah perubahan menjadi radikal. |
DIarsipkan di bawah: artikel, gempa bumi, teori | 1 Komentar »
Posted on Agustus 20, 2009 by theRons
Sampai dengan sore tanggal 19 Agustus 2009 pukul 17.30, telah tercatat sebanyak 851 gempa susulan. Baik itu kekuatannya dibawah maupun diatas 5 SR.
Menurut salah satu staff BMKG Padang Panjang Sumatera Barat, gempa susulan akan terus berlangsung hingga kurang lebih 10 hari ke depan, dengan kekuatan gempa yang semakin mengecil.
DIarsipkan di bawah: artikel | Ditandai: gempa bumi, Kepulauan Mentawai, Mentawai, Minangkabau, Padang, Sumatera Barat | Leave a Comment »
Posted on November 27, 2008 by theRons
Penuli aslinya adalah antonius krisna murti, dan di update: 22/01/05 11.45 pm,
Maaf saya lupa tautan aslinya, harap maklum…
Beruntung benar, di sela-sela kesibukannya yang tidak kunjung berhenti, Dr. Hamzah Latief, M.Si, meluangkan waktu untuk diwawancarai. Memang, semenjak hari Minggu kelam, 26 Desember 2004 lalu, dosen dosen program studi Oceanografi, Departemen Geofisika dan Meteorologi ITB ini diundang menjadi narasumber di mana-mana; BPPT, BRKP, LIPI, hingga Departemen Pertahanan. Hampir setiap hari, beliau bolak-balik Jakarta-Bandung. Menariknya, walalupun demikian, tiap ada waktu luang, Dr. Hamzah pasti senang diajak berdiskusi mengenai tsunami dan gempa oleh rekan dosen, wartawan, mahasiswa, atau siapa pun. Tampak jelas keinginannya untuk menyosialisasikan bahaya dan usaha-usaha mitigasi tsunami begitu besar. Memang betul, tsunami tidak boleh diremehkan. Hal itu terbukti 26 Desember tahun lalu. Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: artikel, cerita, tsunami | Ditandai: ahli tsunami, tsunami | Leave a Comment »
Posted on November 26, 2008 by theRons
Menurut BMKG, gempa yang terjadi pada tanggal 26-Nov-08 pukul 02:20:24 WIB ini, berkekuatan 5,2 skala Richter.
Lokasi gempa berada di 9.35 LS – 128.52 BT, atau 337 km Tenggara DILI-TIMORLESTE , 346 km BaratDaya SAUMLAKI-MALUKU , 447 km BaratLaut DARWIN-AUSTRALIA , 556 km TimurLaut KUPANG-NTT , 624 km BaratDaya TUAL-MALUKU.
Gempa yang berkedalaman cukup dalam ini, yaitu sekitar 147 km, menurut BMKG (dulu BMG) tidak berpotensi tsunami.
DIarsipkan di bawah: artikel, berita, gempa bumi, tsunami | Ditandai: berita, gempa bumi, gempa terkini | Leave a Comment »
Posted on November 17, 2008 by theRons
gempa tersebut adalah lanjutan gempa sebelumnya atau 32 menit sebelumnya.
gempa susulan ini berkekuatan lebih kecil dari gempa yang pertama, yaitu 6,0 SR, terjadi pukul 17:34:38 WIB, pada lokasi 1,45 LU – 122,10 BT, atau sekitar 147 km Barat Laut Gorontalo sulawesi utara. di kedalaman sekitar 30 km.
gempa susulan berikutnya berkekuatan 5.7 SR, 17-Nov-08 01:20:30 WIB, posisi gempa berada 1.35 LU – 121.76 BT atau 109 km TimurLaut TOLITOLI-SULTENG, dan pada kedalaman 10 Km. tidak berpotensi tsunami.
masih menurut BMG, pada 17-Nov-08 05:33:49 WIB, gempa terjadi lagi dengan kekuatan 5.1 SR, yang berlokasi di 1.56 LU – 122.33 BT atau 140 km BaratLaut GORONTALO-SULUT, dengan kedalaman 10 km, dan tidak berpotensi tsunami.
sedangkan BMG sendiri telah mencabut warning tsunami, seperti dilansir detik.com sebelumnya, bahwa setelah di evaluasi tidak terjadi tsunami maka BMG mencabut warning tersebut.
DIarsipkan di bawah: berita, gempa bumi, tsunami | Ditandai: gempa bumi, gempa susulan, gempa terkini, gorontalo | Leave a Comment »
Posted on November 17, 2008 by theRons
gempa tersebut berpotensi tsunami.
menurut BMG, gempa kekuatan 7,7 SR, terjadi pada tanggal 17 Nopember 2008, pukul 00:02:32 WIB. terjadi pada lokasi 1,41 LU – 122,18 BT, sekitar 138 km Barat laut Gorontalo Sulawesi Utara, dan pada kedalaman 10 km.
DIarsipkan di bawah: berita, gempa bumi, tsunami | Ditandai: gempa bumi, gempa terkini, gorontalo, sulawesi utara, tsunami | Leave a Comment »
Posted on November 16, 2008 by theRons
Berdasarkan data Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG), gempa terjadi pada Minggu (16/11/2008), pukul 20.36 WIB.
Gempa bumi berkekuatan 5,2 skala Richter (SR) menguncang Wonosari, Yogyakarta. Gempa ini tidak berpotensi tsunami.
Pusat gempa terletak di 96 km barat daya daerah Wonosari. Tepatnya di 8.8 LS-110.38 BT. Gempa berasal dari laut. Gempa terjadi pada kedalaman 20 km.
DIarsipkan di bawah: berita, gempa bumi | Ditandai: berita gempa, gempa bumi, gempa terkini, yogyakarta | Leave a Comment »
Posted on Oktober 3, 2008 by theRons
Tulisan ini kami ambil dari Tempointeraktif.com, meskipun udah agak lama tapi kami rasa masih cukup baik untuk sekedar mengetahui atau melihat ulang tsunami di Indonesia. Selamat membaca… Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: artikel, cerita, tsunami | Ditandai: indonesia, sejarah, tsunami | Leave a Comment »
Posted on September 14, 2008 by theRons
LAMPUNG, BPPT telah memasang bouy tsunami di Selatan Samudera Hindia. Tepatnya di perairan Samudra Hindia Selatan Lampung pada Minggu 7 September 2008 kemarin, demikian dikatakan Wahyu W Pandoe, Peneliti Kelautan BPPT (11/9). Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: berita, tsunami | Ditandai: Add new tag, berita, tsunami | Leave a Comment »
Posted on September 14, 2008 by theRons
Tulisan ini diambil dari Majalah Angkasa edisi Spesial Tsunami the Deadliest Wave 2005. Dan yang tertulis di sini hanya yang tercatat sampai tahun 1960.
Yucatan Peninsula, Meksiko (65 Juta SM)
Berdasarkan peninggalan dan jejak yang ditemukan, kira-kira 65 juta tahun yang lalu, di akhir masa Cretaceous, telah terjadi tumbukan meteorit besar di daerah Yucatan Peninsula, Meksiko. Jejak yang ditinggalkan kira-kira sepanjang teluk Meksiko dan AS. oleh karena itu sang meteorit mungkin boleh jadi seluas WashingtonDC.
Sementara peninggalan yang hingga kini masih bisa dilihat adalah beberapa bongkah batu pasir di puncak bukit di wilayah Arkansas. Terletak sekitar 120 Km sebelah Timur Laut Little Rock.
Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: artikel, cerita, tsunami | Ditandai: artikel, bencana, cerita, dunia, sejarah, tsunami | Leave a Comment »