Skip to content

Gempa dan Tsunami

mencari sudut pandang lain

Category Archives: cerita

 

Penuli aslinya adalah antonius krisna murti, dan di update: 22/01/05 11.45 pm,

Maaf saya lupa tautan aslinya, harap maklum…

Beruntung benar, di sela-sela kesibukannya yang tidak kunjung berhenti, Dr. Hamzah Latief, M.Si, meluangkan waktu untuk diwawancarai. Memang, semenjak hari Minggu kelam, 26 Desember 2004 lalu, dosen dosen program studi Oceanografi, Departemen Geofisika dan Meteorologi ITB ini diundang menjadi narasumber di mana-mana; BPPT, BRKP, LIPI, hingga Departemen Pertahanan. Hampir setiap hari, beliau bolak-balik Jakarta-Bandung. Menariknya, walalupun demikian, tiap ada waktu luang, Dr. Hamzah pasti senang diajak berdiskusi mengenai tsunami dan gempa oleh rekan dosen, wartawan, mahasiswa, atau siapa pun. Tampak jelas keinginannya untuk menyosialisasikan bahaya dan usaha-usaha mitigasi tsunami begitu besar. Memang betul, tsunami tidak boleh diremehkan. Hal itu terbukti 26 Desember tahun lalu.

Continue reading this article ›

Tag:,

Tulisan ini kami ambil dari Tempointeraktif.com, meskipun udah agak lama tapi kami rasa masih cukup baik untuk sekedar mengetahui atau melihat ulang tsunami di Indonesia. Selamat membaca…

Continue reading this article ›

Tag:, ,

Tulisan ini diambil dari Majalah Angkasa edisi Spesial Tsunami the Deadliest Wave 2005. Dan yang tertulis di sini hanya yang tercatat sampai tahun 1960.

Yucatan Peninsula, Meksiko (65 Juta SM)

Berdasarkan peninggalan dan jejak yang ditemukan, kira-kira 65 juta tahun yang lalu, di akhir masa Cretaceous, telah terjadi tumbukan meteorit besar di daerah Yucatan Peninsula, Meksiko. Jejak yang ditinggalkan kira-kira sepanjang teluk Meksiko dan AS. oleh karena itu sang meteorit mungkin boleh jadi seluas WashingtonDC.

Sementara peninggalan yang hingga kini masih bisa dilihat adalah beberapa bongkah batu pasir di puncak bukit di wilayah Arkansas. Terletak sekitar 120 Km sebelah Timur Laut Little Rock.

Continue reading this article ›

Tag:, , , , ,

Umat Hindu India

Umat hindu percaya bahwa delapan gajah raksasa menusung daratan. Jikaa kelelahan, gajah-gajah tersebut akan merendahkan kepala dan menggeleng-gelengkan kepalanya hingga menyebabkan gempa bumi.

Kamchatka, Siberia, Rusia

Dewa bernama Tuli mengendarai seluncur bermuatan daratan. Seluncur ini ditarik oleh anjing-anjing berkutu. Ketika anjing berhenti untuk menggaruk, maka bumi berguncang.

Bangsa Mongol, Cina

Kodok raksasa yang menggendong bumi di punggungnya menggeliat secara periodik, maka menghasilkan gempa-gempa kecil.

Peru

Setiap kali dewa mereka mengunjungi bumi untuk menghitung banyak orang yang ada di sana langkah kakinya menyebabkan gempa. Untuk menyingkat tugasnya, orang-orang keluar rumah dan berteriak “Saya di sini, saya di sini”. Berkaitan dengan mitos ini bangsa Peru menjalankan kebiasaan meninggalkan rumah mereka selama gempa.

Jepang

Ikan lele raksasa hidup di lumpur di bawah bumi. ikan lele suka bergurau dan hanya bisa ditaklukkan oleh Kashima, dewa yang melindungi bangsa Jepang dari gempa bumi. Selama Kashima menyimpan batu ajaib dengan kekuatan sihir terhadap ikan lele, maka bumi akan tetap diam. Namun jika penjaganya agak kendor, ikan lele pun berulah hingga menyebabkan gempa bumi.

Suku Jawa, Indonesia

Naga yang bernama Antaboga hidup di bawah muka bumi. Setiap kali naga bergerak menyebabkan gempa.

masih diambil dari majalah angkasa 2005

untuk kali ini mungkin cukup sekian dahulu, jika ada artikel yang menarik akan di posting lain kali. jangan lupa tinggalkan komentar agar dapat sebagai bahan perbaikan.

Tag:, , , ,

Teori keterkaitan antara gempa dan tsunami pertama kali muncul saat hutan di pesisir Washington ditenggelamkan air laut. Peristiwa tersebut bersamaan dengan terjadinya tsunami di Jepang. Para ilmuwan berteori bahwa gempa berkekuatan tinggi di Pacifik kemungkinan besar memicu dua peristiwa tersebut.

Tetapi jauh sebelum kejadian tersebut, orang pada jaman berabad-abad yang lalu telah mencoba menerka-nerka tengtang gejala tersebut. Mungkin kalo kita baca sekarang bisa membuat kita tertawa, tapi itulah fakta yang terjadi pada jaman dahulu.

Bangsa Meksiko, Vaqueros, CAlifornia

El Diablo, dewa Indian membuat potongan raksasa di dalam bumi hingga ia dan pengikutnya tidak perlu berjalan jauh memutar saat hendak meluruskan masalah di bumi.

Suku Indian Gabrielino, Selatan California

Zaman dahulu kala saat sebagian besar bumi merupakan lautan, Roh Agung (Great Spirit) memutuskan untuk membuat daratan dengan danau dan sungai yang dipanggul oleh kura-kura. suatu hari kura-kura tersebut berselisih paham dan ketiga kura-kura mulai berenang ke arah timur. Sementara tiga yang lain berenang ke arah barat. Bumipun bergetar dan patah dengan mengeluarkan suara yang besar. Kura-kura tidak bisa berenang jauh karena daratan di punggung mereka terlalu berat. Saat mereka sadar tidak bisa berenang jauh, mereka berhenti dan berbaikan. Namun sesekali kura-kura berselisih lagi, dan setiap kali mereka berselisih maka bumipun berguncang.

Masih ada loh mitos-mitos yang lain, sabar ya…tulisan dilanjutkan lain kali,heheh

oiya tulisan ini diambil dari majalah angkasa edisi spesial “tsunami the deadliest wave” 2005

Tag:, , , ,

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.