Skip to content

Gempa dan Tsunami

mencari sudut pandang lain

Category Archives: gempa bumi

Lihat Tulisan Asli http://id.wikipedia.org/wiki/Seismometer

Lihat Juga http://www.wwnorton.com/college/geo/egeo/flash/8_3.swf

Seismograf menggunakan dua klasifikasi yang berbeda untuk mengukur gelombang seismik yang dihasilkan gempa, yaitu besaran gempa dan intensitas gempa. Kedua klasifikasi pengukuran ini menggunakan skala pengukuran yang berbeda pula. Skala pengukuran gempa tersebut terdiri dari Skala Richter dan Skala Mercalli. Skala Richter digunakan untuk menggambarkan besaran gempa sedangkan Skala Mercalli digunakan untuk menunjukkan intensitas gempa, atau pengaruh gempa terhadap tanah, gedung, dan manusia.

Klasifikasi Besaran Gempa

Pada 1935, seorang Geophysics Amerika bernama Charles Francis Richter (1900-1985) bersama dengan Geophysics lain bernama Beno Gutenberg (1889-1960) mengembangkan skala yang pada prinsipnya dapat membandingkan semua seismogram sehingga mendapatkan gambaran tremors kekuatan yang serupa. Skala tersebut bernama Skala Richter dan sampai sekarang diakui sebagai standar umum skala kekuatan gempa.

Skala Richter dirancang dengan logaritma, yang berarti bahwa setiap langkah menunjukkan kekuatan yang 10 kali lebih hebat dari para pendahulunya. 5 Skala Richter menunjukkan benturan keras, yang 10 kali lebih kuat dari satu di 4 dan 100 kali lebih kuat dari satu di 3 Skala Richter. Perhitungan ini sering disebut sebagai Skala Richter terbuka, karena tidak beroperasi tanpa batas atas. Ukuran Skala Richter dapat dilihat pada tabel berikut:

Ukuran Skala Richter Keterangan
1,0 – 3,0 Tidak diberi label oleh manusia.
3,0 – 3,9 Dirasakan oleh masyarakat di sekitar pusat gempa. Lampu gantung mulai goyang.
4,0 – 4,9 Terasa sekali getarannya. Jendela bergetar san bergeruruk, permukaan air beriak-riak, daun pintu terbuka-tutup sendiri.
5,0 – 5,9 Sangat sulit untuk berdiri tegak. Porselin dan kaca pecah, dinding yang lemah pecah, lepas dari batu bata, dan permukaan air di daratan terbentuk gelombang air.
6,0 – 6,9 Batu runtuh bersama-sama, runtuhnya bangunan bertingkat tinggi, rubuhnya bangunan lemah, ketekan di dalam tanah.
7,0 – 7,9 Tanah longsor, jembatan roboh, bendungan rusak dan hancur. Beberapa bangunan tetap, keretakan besar di tanah, trek kereta api bengkok. Terjadi kerusakan total di daerah gempa.
8,0 – … Dapat menyebabkan kerusakan serius di beberapa daerah dalam radius seratus kilometer dari wilayah gempa.

Klasifikasi Intensitas Gempa

Pada 1902, seorang Vulkanolog Italia bernama Giuseppe Mercalli (1850-1914) mengklasifikasi skala intensitas gempa bumi dan pengaruhnya terhadap manusia, bangunan (gedung), dan alam (tanah). Klasifikasi tersebut bernama Skala Mercalli yang ditentukan berdasarkan kerusakan akibat gempa dan wawancara kepada para korban, sehingga bersifat sangat subyektif. Oleh karena itu, pada tahun 1931 seorang ilmuwan dari Amerika memodifikasi Skala Mercalli ini dan sampai sekarang digunakan di banyak wilayah gempa. Klasifikasi intensitas gempa dengan Skala Mercalli dapat dilihat di tabel berikut :

Ukuran Keterangan
I Direkam hanya oleh seismograf.
II Getaran hanya dirasakan oleh masyarakat di sekitar pusat gempa.
III Getaran dirasakan oleh beberapa orang.
IV Getaran akan dirasakan oleh banyak orang. Porselin dan barang pecah belah berkerincing dan pintu berderak.
V Binatang merasa kesulitan dan ketakutan. Bangunan mulai bergoyang. Banyak orang akan bangun dari tidurnya.
VI Benda-benda mulai berjatuhan dari rak.
VII Banyak orang cemas, keretakan pada dinding dan jalan.
VIII Pergeseran barang-barang dirumah.
IX Kepanikan meluas, tanah longsor, banyak atap dan dinding yang roboh.
X Banyak bangunan rusak, lebar keretakan di dalam tanah mencapai hingga 1 meter.
XI Keretakan dalam tanah makin melebar, banyak tanah longsor dan batu yang jatuh.
XII Hampir sebagian besar bangunan hancur, permukaan tanah perubahan menjadi radikal.

Menurut BMKG,  gempa yang terjadi pada tanggal 26-Nov-08 pukul 02:20:24 WIB ini, berkekuatan 5,2 skala Richter.

Lokasi gempa berada  di 9.35 LS – 128.52 BT, atau 337 km Tenggara DILI-TIMORLESTE , 346 km BaratDaya SAUMLAKI-MALUKU , 447 km BaratLaut DARWIN-AUSTRALIA , 556 km TimurLaut KUPANG-NTT , 624 km BaratDaya TUAL-MALUKU.

Gempa yang berkedalaman cukup dalam ini, yaitu sekitar 147 km, menurut BMKG (dulu BMG) tidak berpotensi tsunami.

Tag:, ,

gempa tersebut adalah lanjutan gempa sebelumnya atau 32 menit sebelumnya.

gempa susulan ini berkekuatan lebih kecil dari gempa yang pertama, yaitu 6,0 SR, terjadi pukul 17:34:38 WIB, pada lokasi 1,45 LU – 122,10 BT, atau sekitar 147 km Barat Laut Gorontalo sulawesi utara. di kedalaman sekitar 30 km.

gempa susulan berikutnya berkekuatan 5.7 SR, 17-Nov-08 01:20:30 WIB, posisi gempa berada 1.35 LU – 121.76 BT atau 109 km TimurLaut TOLITOLI-SULTENG,  dan pada kedalaman 10 Km. tidak berpotensi tsunami.

masih menurut BMG, pada 17-Nov-08 05:33:49 WIB, gempa terjadi lagi dengan kekuatan 5.1 SR, yang berlokasi di 1.56 LU – 122.33 BT atau 140 km BaratLaut GORONTALO-SULUT, dengan kedalaman 10 km, dan tidak berpotensi tsunami.

sedangkan BMG sendiri telah mencabut warning tsunami, seperti dilansir detik.com sebelumnya, bahwa setelah di evaluasi tidak terjadi tsunami maka BMG mencabut warning tersebut.

Tag:, , ,

gempa tersebut berpotensi tsunami.

menurut BMG, gempa kekuatan 7,7 SR, terjadi pada tanggal 17 Nopember 2008, pukul 00:02:32 WIB. terjadi pada lokasi 1,41 LU – 122,18 BT, sekitar 138 km Barat laut Gorontalo Sulawesi Utara, dan pada kedalaman 10 km.

Tag:, , , ,

Berdasarkan data Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG), gempa terjadi pada Minggu (16/11/2008), pukul 20.36 WIB.
Gempa bumi berkekuatan 5,2 skala Richter (SR) menguncang Wonosari, Yogyakarta. Gempa ini tidak berpotensi tsunami.
Pusat gempa terletak di 96 km barat daya daerah Wonosari. Tepatnya di 8.8 LS-110.38 BT. Gempa berasal dari laut. Gempa terjadi pada kedalaman 20 km.

Tag:, , ,

Jakarta (detik.com)- Gempa berskala besar 7,6 SR terjadi di kawasan Ternate, Maluku Utara. Gempa ini berpotensi tsunami.

BMG melansir, gempa ini terjadi pukul 07.00 WIB, Kamis (11/9/2008). Gempa ini tepatnya berada 122 km barat laut Ternate-Maluku Utara, 235 timur laut Bitung-Sulut, 273 km timur laut Manado Sulut dan 276 km tenggara Tahuna Sulut serta 280 km barat laut Labuha, Maluku Utara.

Setelah satu jam akhirnya BMG mengeluarkan peringatan bahwa warning tsunami berakhir.

Baca Detik.Com

(nrl/nrl)

Tag:, , , ,

Jakarta (detik.com)- Gempa yang mengguncang Lahat, Sumatera Selatan berdampak cukup memprihatinkan. Gempa berkekuatan 5,6 Skala Richter(SR) memakan korban harta dan jiwa.

Tercatat dua orang dan 60 orang warga lainnya luka-luka akibat gempa yang terjadi Selasa (9/9/2008) pagi ini. Beberapa warga yang luka-luka dilarikan ke rumah sakit untuk dirawat secara intensif.

Selain itu, gempa bumi yang terjadi pukul 10.07 WIB tadi juga merusak sarana infrastruktur. Tercatat satu Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat) dan 355 rumah di 11 desa rusak akibat bencana alam ini.
Data dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) menyebutkan lokasi yang mengalami kerusakan parah adalah Kecamatan Dempo Utara Kabupaten Pagar Alam, Kecamatan Jarai Kabupaten Lahat, dan di wilayah perbatasan Sumsel-Bengkulu.

Menurut data BMG, pusat gempa terjadi di darat, 51 Km Baratdaya Tebing Tinggi, di lokasi 4.04 LS 103.01 BT. Gempa susulan pun terjadi pada pukul 10.52 WIB dengan kekuatan 4,4 SR yang juga berpusat di darat, 50 km selatan Tebing Tinggi-Bengkulu.(vna/gah)

Tag:, ,

Seperti yang sudah banyak diulas banyak ahli, bahwa lempeng bumi pada awal mulanya hanya ada satu yang biasa disebut dengan pangea. Dari pangea tersebut pecahlah lapisan kerak bumi tersebut menjadi sekitar 11 lempeng tektonik dunia.

Menurut teori ini, lempeng tektonik adalah segmen keras kerak bumi yang mengapung di atas astenosfer yang cair dan panas. Oleh karena itu maka lempeng-lempeng tektonik ini bebas untuk bergerak dan saling berinteraksi satu sama lainnya.

Nah, pada daerah perbatasan lempeng tektonik terjadi pengumpulan energi sebagai sumber dari energi pembangkit gempa bumi.

Tag:, , ,

Umat Hindu India

Umat hindu percaya bahwa delapan gajah raksasa menusung daratan. Jikaa kelelahan, gajah-gajah tersebut akan merendahkan kepala dan menggeleng-gelengkan kepalanya hingga menyebabkan gempa bumi.

Kamchatka, Siberia, Rusia

Dewa bernama Tuli mengendarai seluncur bermuatan daratan. Seluncur ini ditarik oleh anjing-anjing berkutu. Ketika anjing berhenti untuk menggaruk, maka bumi berguncang.

Bangsa Mongol, Cina

Kodok raksasa yang menggendong bumi di punggungnya menggeliat secara periodik, maka menghasilkan gempa-gempa kecil.

Peru

Setiap kali dewa mereka mengunjungi bumi untuk menghitung banyak orang yang ada di sana langkah kakinya menyebabkan gempa. Untuk menyingkat tugasnya, orang-orang keluar rumah dan berteriak “Saya di sini, saya di sini”. Berkaitan dengan mitos ini bangsa Peru menjalankan kebiasaan meninggalkan rumah mereka selama gempa.

Jepang

Ikan lele raksasa hidup di lumpur di bawah bumi. ikan lele suka bergurau dan hanya bisa ditaklukkan oleh Kashima, dewa yang melindungi bangsa Jepang dari gempa bumi. Selama Kashima menyimpan batu ajaib dengan kekuatan sihir terhadap ikan lele, maka bumi akan tetap diam. Namun jika penjaganya agak kendor, ikan lele pun berulah hingga menyebabkan gempa bumi.

Suku Jawa, Indonesia

Naga yang bernama Antaboga hidup di bawah muka bumi. Setiap kali naga bergerak menyebabkan gempa.

masih diambil dari majalah angkasa 2005

untuk kali ini mungkin cukup sekian dahulu, jika ada artikel yang menarik akan di posting lain kali. jangan lupa tinggalkan komentar agar dapat sebagai bahan perbaikan.

Tag:, , , ,

Teori keterkaitan antara gempa dan tsunami pertama kali muncul saat hutan di pesisir Washington ditenggelamkan air laut. Peristiwa tersebut bersamaan dengan terjadinya tsunami di Jepang. Para ilmuwan berteori bahwa gempa berkekuatan tinggi di Pacifik kemungkinan besar memicu dua peristiwa tersebut.

Tetapi jauh sebelum kejadian tersebut, orang pada jaman berabad-abad yang lalu telah mencoba menerka-nerka tengtang gejala tersebut. Mungkin kalo kita baca sekarang bisa membuat kita tertawa, tapi itulah fakta yang terjadi pada jaman dahulu.

Bangsa Meksiko, Vaqueros, CAlifornia

El Diablo, dewa Indian membuat potongan raksasa di dalam bumi hingga ia dan pengikutnya tidak perlu berjalan jauh memutar saat hendak meluruskan masalah di bumi.

Suku Indian Gabrielino, Selatan California

Zaman dahulu kala saat sebagian besar bumi merupakan lautan, Roh Agung (Great Spirit) memutuskan untuk membuat daratan dengan danau dan sungai yang dipanggul oleh kura-kura. suatu hari kura-kura tersebut berselisih paham dan ketiga kura-kura mulai berenang ke arah timur. Sementara tiga yang lain berenang ke arah barat. Bumipun bergetar dan patah dengan mengeluarkan suara yang besar. Kura-kura tidak bisa berenang jauh karena daratan di punggung mereka terlalu berat. Saat mereka sadar tidak bisa berenang jauh, mereka berhenti dan berbaikan. Namun sesekali kura-kura berselisih lagi, dan setiap kali mereka berselisih maka bumipun berguncang.

Masih ada loh mitos-mitos yang lain, sabar ya…tulisan dilanjutkan lain kali,heheh

oiya tulisan ini diambil dari majalah angkasa edisi spesial “tsunami the deadliest wave” 2005

Tag:, , , ,

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.